Sejarah
Awal Mula dan Jejak Sejarah (1897)
Sejarah Jemaat GKI Efata Manggoapi berakar dari perjumpaan Injil antara penduduk lokal Suku Arfak (Meyah) dengan para pekabar Injil pada 11 Februari 1897. Peristiwa penting ini ditandai dengan mendaratnya Guru Petrus Kafiar dan Pdt. F.J.F. van Hasselt di Pantai Amban menggunakan perahu layar dari Pulau Mansinam. Jemaat ini tercatat sebagai jemaat tertua ketiga di lingkungan Sinode GKI di Tanah Papua.
Tokoh-Tokoh Kunci
Beberapa tokoh yang berperan sentral dalam masa awal penginjilan meliputi:
Pdt. J.L. van Hasselt & Pdt. F.J.F. van Hasselt: Ayah dan anak yang menjadi perintis zending di wilayah Teluk Doreri dan Manokwari.
Guru Petrus Kafiar (Noseni): Putra Papua pertama yang menempuh pendidikan guru agama di Depok, Jawa Barat, dan menjadi pengabar Injil utama bagi Suku Meyah di Amban Pantai.
Filipus ‘Amesi’ & Jonathan Ariks: Dua penatua yang bertugas sebagai juru runding untuk membuka jalan bagi masuknya Injil ke Tanah Arfak.
Lodwijk & Barendz Mandacan: Tokoh kharismatik Suku Arfak yang memberikan pengaruh besar dalam mendukung kehadiran pendidikan Zending dan rumah ibadah di Bukit Manggoapi.
Lintasan Pergerakan Jemaat
Masa Awal (1897-1905): Aktivitas penginjilan dilakukan di Pantai Amban dan Bukit Manggoapi dalam bentuk pondok atau bevak darurat.
Masa Peralihan (1947-1969): Akibat dinamika sosial dan peristiwa politik seperti PEPERA 1969, pusat persekutuan sempat berpindah-pindah. Rumah ibadah di Bukit Manggoapi sempat hancur pada masa ketegangan politik tersebut.
Masa Pemulihan (1970 – Sekarang): Pada tahun 1972, jemaat kembali melakukan aktivitas ibadah secara tetap di Bukit Manggoapi di bawah pimpinan Bapak Grj. Yakob Mandacan.
Warisan dan Kondisi Saat Ini
Hingga kini, Jemaat GKI Efata Manggoapi telah berkembang pesat dan dikategorikan sebagai Jemaat Mandiri dalam Klasis GKI Manokwari. Jemaat ini juga dikenal sebagai Jemaat Konservasi, sebuah konsep pelayanan yang merefleksikan hubungan antara iman Kristen dengan pelestarian lingkungan hidup dan ekologi.
Warisan fisik yang masih berdiri hingga kini meliputi:
Gedung Gereja Efata Manggoapi (saat ini merupakan gedung ketiga).
Lembaga pendidikan seperti PAUD Efata dan SD YPK 01 Efata Manggoapi.

